![]() |
| Danpos Kecamatan Moti Serka Ismit Majid saat bersosialisasi bersama warga guna mengajak untuk dapat menjaga kerukunan umat beragama. Kodim 1501/Ternate, Ternate - Perbedaan penentuan 1 Syawal 1444 H sebagai penanda usainya puasa Ramadhan dan dimulainya perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi pada setiap tahunnya. Dalam menyikapi perbedaan yang terjadi di masyarakat ini, Babinsa selaku aparat teritorial harus dapat mengajak warga binaannya untuk saling menghormati pendapat masing masing, seperti yang telah di lakukan oleh Danpos Moti Koramil 1501-02/Pulau Hiri Kodim 1501/Ternate Serka Ismit Majid bersama anggota Babinsa lainnya saat melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid An Nur, Kelurahan Tafamutu, Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate. Jumat, (21/04/2023). |
Pada UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang berbunyi, Negara menjamin kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agamanya masing masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Yang berarti bahwa Negara akan selalu hadir dalam menjamin hak masyarakat untuk beragama dan beribadah terutama ketika terjadi perbedaan pendapat. Di Indonesia terdapat 2 Organisasi Besar Agama Islam yaitu Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, pada tahun ini terjadi perbedaan penentuan 1 Syawal 1444 H, dimana Organisasi Muhammadiyah telah menentukan tanggal 21 April 2023 sebagai Hari Raya Idul Fitri sedangkan Pemerintah Republik Indonesia dan umumnya kalangan Nahdatul Ulama pada tanggal 22 April 2023.
Danpos Kecamatan Moti Serka Ismit Majid mengatakan pihaknya bersama sama dengan polsek setempat yang melaksanakan safari ramadhan sekaligus mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Babinsa Pos Ramil Moti merangkul warganya untuk sama sama saling menghargai perbedaan ini sebagai bagian dari kekayaan dalam Agama Islam. "Tidak menjadi suatu masalah berbeda dalam hal penentuan 1 Syawal 1444 H tahun ini, masing masing pendapat yang berbeda memiliki dasar dan dalil yang diakui kebenarannya dalam agama Islam, Kami dari Pos Ramil Moti mengajak masyarakat untuk menyikapi hal ini secara dewasa, karena dari perbedaan itulah kita disatukan oleh Islam dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," Kata Danpos Moti. Plh Danramil 1501-02/Pulau Hiri Pelda Basri yang berkempatan hadir dalam safari ramadhan tersebut juga mengutarakan hal yang sama dan telah memerintahkan pada Danpos Ramil Moti agar dapat selalu hadir di tengah tengah masyrakat pada setiap momentum acara keagamaan untuk dapat menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan kegiatan keagamaan. "Seperti yang telah diperintahkan oleh Pimpinan dalam hal ini adalah Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf Jamet Nijo, S.Sos., agar Babinsa selalu hadir dalam setiap momen keagamaan di wilayah, hal ini guna memberikan jaminan keamanan dan ketertiban pelaksanaannya sekaligus dapat menjadi sarana dalam membangun Komunikasi Sosial yang erat dengan warga binaannya,"Pungkas Danramil. |
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)