Jaga Kelestarian Situs Budaya, Babinsa Kodim 1501/Ternate Ajak Warga Kelurahan Gamalama Untuk Bersihkan Lingkungan Benteng Oranje - SUARA INDO SATU

Minggu, 12 Maret 2023

Jaga Kelestarian Situs Budaya, Babinsa Kodim 1501/Ternate Ajak Warga Kelurahan Gamalama Untuk Bersihkan Lingkungan Benteng Oranje

 

Serka Sunardi Babinsa Koramil 1501-01/Kota Ternate Kodim 1501/Ternate melaksanakan Karya Bhakti pembersihan di area sisi Selatan Benteng Oranje.

Kodim 1501/Ternate, Ternate - Dalam upayanya menjaga situs budaya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan Serka Sunardi Babinsa Koramil 1501-01/Kota Ternate Kodim 1501/Ternate melaksanakan Karya Bhakti pembersihan di area sisi Selatan Benteng Oranje. Karya Bhakti pembersihan lingkungan Benteng Oranje tersebut meliputi pemangkasan dahan pohon yang menjulur ke jalan, pembersihan rumput dan pengangkutan sampah yang dilakukan oleh Babinsa bersama masyarakat Lingkungan RT 03, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.  Senin, (13/03/2023). 

"Kegiatan karya bakti ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan utamanya di areal situs cagar budaya Benteng Oranje karena benteng merupakan peninggalan bersejarah," Tutur Serka Sunardi Babinsa Kelurahan Gamalama.

Lebih lanjut, Kerja bakti ini juga sebagai upaya agar masyarakat untuk selalu peduli dengan kondisi lingkungan disekitarnya termasuk cagar budaya. Babinsa berharap dengan Karya Bhakti ini, semoga lingkungan di RT 03 Kelurahan Gamalama ini menjadi bersih dan sehat disamping dapat membuat Benteng Oranje yang merupakan salah satu objek wisata ini menjadi bersih sehingga dapat menarik minat wisatawan. Dirinya juga mengharapkan agar melalui kegiatan ini dapat mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Benteng Oranje sendiri memiliki status sebagai cagar budaya nasional karena menjadi salah satu bukti peninggalan jaman kolonial di Indonesia. Benteng Oranje juga sempat digunakan sebagai tempat berunding antara pihak Belanda dengan Sultan Mudaffar dari Ternate. Peristiwa ini terjadi setelah VOC menetapkan wilayah Maluku Utara sebagai lokasi pusat pemerintahan Hindia Belanda. Kawasan Benteng Oranje kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda sebelum akhirnya dipindahkan ke Batavia/Jakarta pada tahun 1619. Benteng ini kemudian berubah fungsi menjadi penjara, seperti yang tertulis pada batu prasasti yang dibangun tahun 1756. Pada tahun 1822, Benteng Oranje sempat dijadikan pengasingan pahlawan nasional Sultan Mahmud Badarudin II (Sultan Palembang). Sultan Mahmud Badarudin II berada di pengasingan ini hingga meninggal dunia pada tahun 1852 dan dimakamkan di Kelurahan Santiong yang tidak jauh dari Benteng Oranje.


Benteng Oranje merupakan cagar budaya nasional yang menjadi bukti peninggalan jaman kolonial di Indonesia.



Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments