![]() |
| Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jamet Nijo, S.Sos., bersama Anggota Baru jajaran Korem 152/Baabullah saat mengikuti kegiatan Tradisi Corps Masuk Satuan. |
Kodim 1501/Ternate, Ternate - Setiap Kesatuan dijajaran TNI AD memiliki tradisi yang harus ditempuh oleh setiap prajurit yang akan bergabung dalam satuan barunya, tradisi yang akan terus dilestarikan dari masa ke masa sebagai warna dalam satuan yang dapat menumbuhkan rasa kecintaan dan kebanggaan setiap prajurit terhadap satuan tempatnya berbhakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti halnya Tradisi Corps Masuk Satuan Korem 152/Babullah yang dilaksanakan di Makam Sultan Baabullah Kelurahan, Foramadiyahi Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate. Jumat, (03/03/2023).
Digunakannya Makam Sultan Baabullah yang berada di Kelurahan Foramadiahi sebagai tempat Tradisi Corps Masuk Satuan sejak tahun 2003 lalu. Sosok, Sifat dan Ketauladanan Sultan Baabullah sebagai pahlawan rakyat Ternate dan Maluku Utra kala mengusir penjajah di masa lalu sehingga nama besarnya diabadikan pada nama satuan Korem 152/Baabullah sampai saat ini.
Setiap Prajurit yang akan masuk menjadi anggota jajaran Korem 152/Baabullah wajib mengikuti Tradisi Corps Masuk Satuan, agar cepat mengenali satuan, mengetahui sejarah satuan dan mencintai satuan sehingga bangga terhadap tempatnya bertugas. Pada Acara Tradisi Corps Masuk Satuan tersebut diisi dengan Ziarah ke makam Sultan Baabullah dan Pembacaan Sejarah Singkat Sultan Baabullah, serta doa bersama untuk mengenang jasa para leluhur yang telah mendahului kita.
Dalam Acara Tradisi Corps Masuk Satuan Korem 152/Baabullah tersebut Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jamet Nijo, S.Sos., mengatakan, Dirinya merasa Bangga karena telah resmi menjadi bagian dari Prajurit Korem 152/Baabullah dengan telah mengikuti Tradisi Corps Masuk Satuan. Dandim 1501/Ternate mengatakan akan selalu meneladani sosok Pahlawan Sultan Baabullah dalam memimpin satuannya.
Tradisi Corps Masuk Satuan Korem 152/Babullah diikuti oleh Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga K., S.A.P., Kasi Pers Kasrem 152 Baabullah Kolonel Inf Asep Suprianto, S.I.P., Kasi Log Kasrem 152/Baabullah Kolonel Cba Iwan Kustiawan, Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jamet Nijo, S.Sos., Danyonif Rk 732/Banau Letkol Inf Dony Rahmad Putra,S.Sos,M.A.P., Danden Bekang XVI/1 Ternate Letkol Cba Mulia Putra.
Sementara pelaksanaan Acara Tradisi Corps Masuk Satuan Korem 152/Baabullah tersebut didampingi oleh Kasi Intel Kasrem 152/Baabullah Kolonel Inf Artang Nainggolan, Kasi Ops Kasrem 152/Baabullah Kolonel Inf Muhammad Ridha, S.S,S.I.P.M.I.Pol., Kasiter Kasrem 152/Baabullah Letkol Arm Yusuf Maulana., Dandenmarem 152/Baabullah Mayor Chb Kasihono., Kakanminvetcad Ternate Mayor Inf Zaitar, S.A.G., Dansubdenzibang Ternate Letda CZI Jaber hurulean., Para Perwira, Bintara, dan Tamtama Jajaran Korem 152/Baabullah.
Sultan Baabullah (10 februari 1528-permulaan 1583), juga ditulis SULTAN Babullah atau Sultan Baab (tulisan eropa) adalah Sultan dan Penguasa Kesultanan Ternate ke 24 yang berkuasa antara tahun 1570-1583. Dia dikenal sebagai Sultan Ternate dan Maluku terbesar sepanjang sejarah, yang berhasil mengalahkan Portugis dan mengantarkan ternate ke puncak keemasan di akhir abad ke 16. Sultan baabullah juga dijuluki sebagai Penguasa 72 pulau berpenghuni yang meliputi pulau-pulau di Nusantara bagian Timur, Mindanao Selatan dan Kepulauan Marshall. Sultan Baabullah dilahirkan tanggal 10 Februari 1528, Kaicil (pangeran) Baab adalah Putera Sultan Khairun (1535-1570) dengan Permaisurinya Boki Tanjung, Puteri Sultan alauddin dari Bacan.
Ketika pecah perang Ternate-Portugis yang pertama (1559-1567), Sultan Khairun mengutus putera puteranya sebagai Panglima untuk menghantam kedudukan portugis di Maluku dan Sulawes, Salah satunya adalah Pangeran Baab yang kemudian tampil sebagai Panglima yang cakap dan berhasil memperoleh kemenangan bagi Ternate. Ternate sukses menahan ambisi Portugis sekaligus memenangkan banyak wilayah baru. Setelah kejatuhan ambon ke tangan Ternate dalam perang Ternate-Portugis yang pertama, Portugis terpaksa memohon damai kepada Sultan Khairun yang kemudian disambut dengan itikad baik, permohonan damai Portugis itu hanya kedok untuk mengulur waktu.
Dengan dalih ingin membicarakan dan merayakan hubungan Ternate-Portugis yang membaik, Gubernur Portugis Lopes de Mesquita (1566-1570) mengundang Sultan Khairun ke Benteng Sao Paulo tanggal 25 Februari 1570 untuk jamuan makan. Sang Sultan memenuhi undangan itu dan datang tanpa pengawal, tak hanya dianiaya setibanya di Benteng, Sultan dibunuh atas perintah de Mesquita. Kematian Sultan Khairun yang tragis memicu kemarahan rakyat dan juga para raja di maluku, Dewan Kerajaan atas dukungan rakyat lalu menobatkan Kaicil Baab sebagai Sultan Ternate berikutnya bergelar Sultan Baabullah Datu Syah.
Dalam pidato penobatannya Sultan Baabullah bersumpah bahwa ia akan berjuang untuk menegakkan kembali panji panji Islam di Maluku dan menjadikan Kesultanan Ternate sebagai Kerajaan Besar serta melakukan tindakan balasan sampai orang terakhir bangsa Portugis meninggalkan wilayah kerajaannya. Pasca pembunuhan Sultan Khairun, Sultan Baabullah menuntut penyerahan Lopez de Mesquita untuk diadili. Benteng benteng Portugis di Ternate yakni Tolucco, Santo Lucia dan Santo Pedro jatuh dalam waktu singkat hanya menyisakan Benteng Sao Paulo kediaman de Mesquita. atas perintah Baabullah pasukan Ternate mengepung benteng Sao Paulo dan memutuskan hubungannya dengan dunia luar, suplai makanan dibatasi, karena tertekan Portugis terpaksa memecat Lopez de Mesquita dan menggantinya dengan Alvaro de Ataide.
Namun langkah ini tidak berhasil meluluhkan Baabullah, meskipun bersikap "lunak" terhadap Portugis di Sao Paulo, Sultan Baabullah tidak melupakan sumpahnya. ia mengobarkan Perang Soya Soya (perang pembebasan negeri), kedudukan Portugis di berbagai tempat digempur habis habisan. Tahun 1575 seluruh kekuasaan Portugis di maluku telah jatuh dan suku suku atau kerajaan pribumi yang mendukung mereka telah berhasil ditundukkan hanya tersisa Benteng Sao Paulo yang masih dalam pengepungan.
Selama lima tahun orang-orang Portugis dan keluarganya hidup menderita dalam benteng, terputus dari dunia luar sebagai balasan atas penghianatan mereka. Demikian, pada tanggal 15 juli 1575, orang Portugis pergi secara memalukan dari Ternate, tak satupun yang disakiti. mereka kemudian diperbolehkan menetap di Ambon hingga 1576, setelah itu sebagian dari mereka pergi ke Malaka dan sebagian lagi ke Timor dimana mereka menancapkan kekuasaan mereka hingga 400 tahun kemudian, Sultan Babullah meninggal pada permulaan tahun 1583 sebab akibat meninggalnya sampai sekarang belum diketahui.
![]() |
| Tradisi Corps Masuk Satuan, bertujuan agar Prajurit cepat mengenali satuan, mengetahui sejarah satuan dan mencintai satuan sehingga bangga terhadap tempatnya bertugas. |

