10 Orang Warga Guemadu Terjangkit DBD, Babinsa Kodim 1501/Ternate Musnahkan Nyamuk Aedes Aegypti Dengan Fogging - SUARA INDO SATU

Sabtu, 18 Maret 2023

10 Orang Warga Guemadu Terjangkit DBD, Babinsa Kodim 1501/Ternate Musnahkan Nyamuk Aedes Aegypti Dengan Fogging

 

Sertu Iskandar Babinsa Koramil 1501-03/Jailolo Kodim 1501/Ternate saat melakukan fogging di Desa Guemaadu.


Kodim 1501/Ternate, Halbar - Sebagai upaya pencegahan meluasnya kasus demam berdarah di wilayah binaan, Sertu Iskandar Babinsa Koramil 1501-03/Jailolo Kodim 1501/Ternate bersama Kabid P2P Dinas Kesehatan Halbar, Petugas Puskesmas Kota Jailolo dan Pemerintah Desa Guemaadu melakukan penyemprotan (fogging) di Desa Guemaadu, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Minggu (18/03/2023). 

Diketahui dari laporan, tercatat saat ini Desa Guemadu mengalami peningkatan kasus DBD. Setidaknya saat ini telah 10 orang terserang DBD. Meningkatnya kasus DBD di wilayah binaannya menjadikan keprihatinan dari semua pihak, Sertu Iskandar selaku Babinsa tentu tak bisa tinggal diam membiarkan hal ini terus berlanjut. Setelah Babinsa berkoordinasi bersama pemerintah desa kemudian meminta bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Halbar, untuk mengambil tindakan sebagai langkah pencegahan meluasnya DBD di Desa Guemadu. Selangkah berikutnya Dinas Kesehatan melalui Kabid P2P Ismail Buamona segera mengerahkan petugas Puskemas Kota Jailolo untuk melakukan Fogging di Desa Guemaadu. 

Fogging adalah salah satu cara dan tindakan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Fogging atau tindakan pengasapan dengan bahan racun pembunuh nyamuk (insektisida) bertujuan untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit DBD. Pantauan dilapangan pengasapan atau fogging tersebut menyasar pemukiman warga, lahan kosong, pekarangan rumah, saluran air, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya. 

Sertu Iskandar selaku Babinsa bersama Kepala Desa Guemadu dan stafnya terus melakukan himbauannya kepada warga untuk selalu menjaga pola hidup sehat, lingkungan yang bersih khususnya selalu mempedomani 3M yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan juga mengubur barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi media perkembangbiakan jentik nyamuk. 

"Keadaan ini perlu gerakan masif dari masyarakat dalam kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat," tutur singkat Babinsa. 

Ditempat berbeda, Danramil 1501-03/Jailolo Lettu Inf Yofamo Jemmy Yoyoke menanggapi laporan kegiatan Babinsa dari lapangan, Danramil mengatakan perlu adanya kolaborasi baik pemerintah daerah selaku pemangku kepentingan dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa yang harus didukung oleh masyarakat itu sendiri. Menurutnya Babinsa di Desa selalu mendorong dan memotivasi warga dalam segala hal termasuk Karya Bhakti untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 

"Apa yang telah dilakukan oleh Babinsa Guemaadu sudah pada koridornya sebagai aparat kewilayahan, Babinsa selalu berada ditengah tengah warganya dan menjadi solusi atas segala permasalahan dan kesulitan yang ada," Tutur Danramil. 

"Harapannya dengan kejadian luar biasa (KLB) ini, Pemerintah Desa bersama warga menjadi lebih intens lagi dan lebih peduli dalam menjaga kebersihan dengan melakukan gerakan 3 M, menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan juga mengubur barang bekas yang dapat menampung air yang akan menjadi sarang jentik," Tutupnya.




Kepedulian dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat kunci dari keberhasilan.


Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments